KELINCI PERKELINCIAN RABBIT RABBITRY

Kelinci Jenis Kecil Dwarf

Posted in kelinci hias by perkelincian on Desember 16, 2009

Ternak kelinci aset petani yang penting, hewan coba dalam dunia kedokteran farmasi, menjadi idola, imut lucu, kotoran urine sebagi pupuk organik, penyakit kelinci yang menyerang keinci di Indonesia : koksidiosis, kudis / scabies, pasteurellosis, mucoid enteritis, tyzzer, syphilis, ring worm, cacingan, mastitis, radang mata. Pengendalian penyakit kelinci, asam nukleat & dinding sel mikroba yang cukup tinggi & tidak dapat dicerna, menyebabkan mencret. Kelinci membutuhkan serat kasar sifat herbivora dan cecotrophy. Pemanfaatan ampas tahu pada kelinci,  kelinci mati pasca penyapihan & perubahan pakan. Penyusunan ransum kelinci : isoenergi, isofiber dan komponen gizi lain. Onggok : limbah dengan kandungan protein rendah, serat kasar tinggi, moderat energi. Income over feed cost IOFC. Kelinci membutuhkan serat kasar >12, dari ruput gajah, rumput raja, pucuk tebu kering, Kelinci memiliki potensi biologis yg tinggi. Pemasaran untuk fur (bulu Kulit) di hongkong. Koefisiensi  cerna bahan organik kelinci, ransum kelinci lokal pejantan pada bobot karkas, Ternak kelinci jadi pilihan untuk dibudidayakan secara luas, kelinci mempunyai efesiensi penggunaan pakan hijauan. Budidaya kelinci  masih sangat relevan, cocok sebagi alternatif usaha bagi petani lahan kecil, JUAL KELINCI, PELLET OBAT.

RIPONTI RABBITRY

Komentar Dinonaktifkan pada Kelinci Jenis Kecil Dwarf

%d blogger menyukai ini: