KELINCI PERKELINCIAN RABBIT RABBITRY

Kelinci pasteurella

Penyakit pasteurella multocida pada kelinci adalah disebabkan bakteri yang terjadi karena kontak antar kelinci. Gejala-gejalanya bisa bersin yang basah, hidung kotor/ingusan, mata berair/bernanah, diare, abses pada pipi/paru-paru/payudara/rahim), mastitis, leher. Nampak awalnya seperti pilek ringan. Jika deteksi awal diketahui dan segera diobati biasanya infeksi dapat dihentikan. Pada radang paru/saluran pernafasan (snuffles/pneumonia) maka kelinci bersin-bersin dan kakinya menyeka hidungnya. Pada konjugtivitis adalah matanya nampak sipit berair diujung kelopak. Pada telinga kelinci (torticollis) maka kelinci akan kehilangan keseimbangan dan kepalanya jadi doyong yang kemudian menjadi kelumpuhan parsial. Pada abses (paling sering disekitar mulut) yang terjadi karena adanya luka dan bakteri pasteurella masuk bisa lewat serangga dll. Yang paling umum disekitar mulut bagian dalam atau di pipi kelinci. Jika dimulut karena kelinci telah terkena maloklusi (gigi panjang bengkok) melukai bagian dalam mulutnya. Pada mastitis, biasanya kelinci induk melahirkan bisa terkena mastitis (bengkak pada payudara) dan infeksi rahim. Pada kelumpuhan (paralysis), kelinci tidak nampak gejala awal yg kemudian menjadi lumpuh (mungkin ini ada kaitannya dengan torticollis).

%d blogger menyukai ini: